Begini Hasil Jepretan Kamera Mirrorless Fujifilm X-T2

Fujifilm Indonesia meluncurkan kamera mirrorless terbaru X-T2 lewat acara photo trip bertajuk “Xpedition XT2” ke sejumlah lokasi Kepulauan di Nusa Tenggara, pekan lalu.

Peluncuran kali ini disengaja dibuat berbeda dengan produk-produk sebelumnya, sesuai dengan peruntukan Fujifilm X-T2 sebagai kamera profesional yang bisa menangani berbagai kondisi pemotretan.

“Lain dari biasanya di hotel atau mall, di sini kami ingin menekankan pengalaman memakai X-T2 dalam keadaan yang sesungguhnya,” ujar Electronics Imaging Sales Manager Fujifilm Indonesia Wawan Setiawan ketika ditemui KompasTekno di sela acara.

Segala macam subyek foto pun menyambut rombongan fotografer dan jurnalis yang ikut serta dalam Xpedition X-T2, mulai dari pemukiman pinggir pantai Desa Komodo, pemandangan matahari terbenam, hingga kadal raksasa Komodo dengan lidah bercabangnya yng menjulur-julur.

Kamera Fujifilm X-T2 sendiri dibekali sensor APS-C X-Trans III baru dengan resolusi 24 megapiksel, dipadu pengolah gambar X-Processor Pro yang sama seperti pada kamera X-Pro2.

Selama perjalanan, masing-masing peserta dibekali body kamera X-T2 berikut lensa, termasuk juga KompasTekno yang memilih paduan lensa prime wide angle Fujinon XF 16mm F1.4 R WR dan lensa tele zoom Fujinon XF 55-200 F3.5-48 R LM OIS.

Simulasi film

Seperti layaknya kamera mirrorless Fuji, X-T2 menyediakan sejumlah efek simulasi film yang bisa diterapkan di foto dengan format JPEG.

Efek ini membuat tone dan warna foto menjadi serupa jepretan dengan film besutan Fujifilm yang populer di era pra-fotografi digital dulu.

Ada trio simulasi film slide seperti biasa, yakni Provia yang cenderung netral, Velvia dengan saturasi warna yang tinggi menekankan biru langit dan hijau dedaunan, dan Astia yang cocok untuk portrait.

Ada juga rangkaian Classic Chrome dengan tampilan saturasi rendah, serta duo Pro Neg. Hi, dan Pro Neg. Std yang dibuat berdasarkan karakter film negatif 160NS milik Fujifilm.

Untuk foto monokrom, X-T2 menyematkan simulasi B&W baru berbasis film Acros yang memiliki tekstur serupa grain pada film.

Simulasi-simulasi film tersebut seolah melengkapi karakter X-T2 yang memang mengusung desain ala retro -seperti mirrorless lainnya dari Fujifilm- dengan beragam kenop (dial) untuk pengaturan manual.

Tentu, pengguna juga bisa memoret dengan format RAW yang lebih fleksibel untuk diolah. Tapi tak ada salahnya menjajal aneka macam simulasi film yang bisa memberikan tampilan unik pada format file JPEG.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s